Iklan

Monday, 13 March 2017

Jaringan Saraf Tiruan - Perceptron

Implementasi algoritma perceptron untuk pengenalan pola masukan biner maupun bipolar menggunakan borland delphi

Abstrak
Aplikasi pelatihan pengenalan pola masukan baik yang berbentuk biner maupun bipolar menggunakan metode perceptron merupakan solusi terbaik untuk mengenali bentuk berdasarkan  geometri ruang tiga dimensi yaitu memiliki panjang, lebar maupun tinggi. Sehingga diharapkan metode perceptron dapat mengenali gambar dengan bentuk aslinya dengan cepat dan akurat.
Pada penelitian ini metode jaringan saraf tiruan yang digunakan adalah metode perceptron yang merupakan metode kecerdasan buatan modern untuk mengenali pola masukan baik berbentuk biner maupun bipolar. Objek yang akan dijadikan sebagai masukan dalam aplikasi pelatihan perceptron ini adalah pengenalan huruf kapital. Dan untuk mengimplementasikan algoritma perceptron ini peneliti menggunakan aplikasi borland delphi.
Hasil yang diharapkan melalui penelitian ini adalah aplikasi pengenalan pola huruf kapital bisa lebih akurat dalam membedakan masukan dengan aslinya. Prosentase pengenalan pola huruf kapital diharapkan menghasilkan rate antara 75.50% hingga 93.70% dengan prosentase akurat hingga 90.00%.
Kata kunci : Perceptron, Pengenalan pola, Biner, Bipolar, Borland delphi

Pendahuluan
Pengenalan huruf  dalam bentuk gambar merupakan sesuatu yang menarik untuk dikaji. Aplikasi ataupun mesin pengenalan pola huruf sekarang ini belum maksimal menghasilkan keluaran yang terbaik. Sebut saja mesin scan dokumen yang masih memiliki banyak kesalahan frase dalam menangkap dan mengartikan gambar dokumen kedalam bentuk kata maupun kalimat. Sehingga terkadang hasil keluaran scan tetap harus diperbaiki hingga susunan kata maupun kalimatnya sama dengan aslinya.
Dalam kasus ini untuk mengenali pola beberapa huruf diperlukan beberapa neuron untuk membedakannya. Neuron-neuron akan menghasilkan nilai kombinasi yang digunakan untuk mengenal pola huruf-huruf tersebut. Dengan menggunakan pemodelan metode perceptron proses mengenal pola huruf kapital A, B, C, D dan E diharapkan akan lebih tepat dan akurat.

Tinjauan Pustaka
A. Jaringan Saraf Tiruan (JST)
Jaringan saraf tiruan adalah paradigma pengolahan informasi yang terinspirasi oleh sistem sara secara biologis, seperti proses informasi pada otak manusia. Elemen kuncu dari paradigma ini adalah struktur dari sistem pengolahan informasi yang terdiri dari sejumlah besar elemen pemrosesan yang saling berhubungan (neuron), bekerja serentak untuk menyelesaikan masalah tertentu. Cara kerja JST seperti cara kerja manusia, yaitu belajar melalui contoh. Sebuah JST dikonfigurasikan untuk aplikasi tertentu, seperti pengenalan pola atau klasifikasi data, melalui proses pembelajaran. Belajar dalam sistem biologis melibatkan penyesuaian terhadap koneksi synaptic yang ada antara neuron. Hal ini berlaku juga untuk JST [1].
Neuron adalah satuan unit pemroses terkecil pada otak, bentuk sederhana sebuah neuron yang oleh para ahli dianggap sebagai satguan unit pemroses tersebut digambarkan sebagai berikut :





Untuk lebih lengkapnya tentang isi jurnal ini bisa didownload disini

Monday, 14 December 2015

Pemodelan dan Metode numerik menggunakan borland delphi

METODE BAGI DUA (Bisection Method)

Prinsip :
Ide awal metode ini adalah metode table, dimana area dibagi menjadi N bagian. Hanya saja metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini dipilih bagian mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar dibuang. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga diperoleh akar persamaan.
Langkah – langkah dalam menyelesaikan Metode Bagi Dua :

Langkah 1 :
Pilih a sebagai batas bawah dan b sebagai batas atas untuk taksiran akar sehingga terjadi perubahan tanda fungsi dalam selang interval. Atau periksa apakah benar bahwa f(a) . f(b) < 0


Taksiran nilai akar baru, c diperoleh dari :

Langkah 2 :



Menentukan daerah yang berisi akar fungsi:
Langkah 3 :
  • Jika z merupakan akar fungsi, maka f(x < z) dan f(x > z) saling berbeda tanda.
  • f(a)*f(c) negatif, berarti di antara a & c ada akar fungsi.
  • f(b)*f(c) positif, berarti di antara b & c tidak ada akar fungsi


Menentukan kapan proses pencarian akar fungsi berhenti:
Langkah 4 :
Proses pencarian akar fungsi dihentikan setelah keakuratan yang diinginkan dicapai, yang dapat diketahui dari kesalahan relatif semu.

Contoh implementasi dalam bahasa pemrograman delphi :
Listng source code program sebagai berikut :

unit Unit3;
interface
uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls, Buttons, Grids;
type
  TForm3 = class(TForm)
    GroupBox1: TGroupBox;
    Label1: TLabel;
    Label2: TLabel;
    Edit1: TEdit;
    Edit2: TEdit;
    Edit3: TEdit;
    Label5: TLabel;
    BitBtn1: TBitBtn;
    BitBtn2: TBitBtn;
    BitBtn3: TBitBtn;
    StringGrid1: TStringGrid;
    GroupBox2: TGroupBox;
    Label3: TLabel;
    Edit4: TEdit;
    Label7: TLabel;
    Edit5: TEdit;
    GroupBox3: TGroupBox;
    Label4: TLabel;
    Label6: TLabel;
    procedure BitBtn1Click(Sender: TObject);
    procedure FormShow(Sender: TObject);
    procedure BitBtn2Click(Sender: TObject);
    procedure BitBtn3Click(Sender: TObject);
  private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;
var
  Form3: TForm3;
implementation
{$R *.dfm}

procedure TForm3.BitBtn1Click(Sender: TObject);
const g=9.8;v=40;t=10;
var m,a,b,c,fa,fb,fc,fca,err:Real;
    iterasi:byte;
begin
Stringgrid1.RowCount:=1;
Stringgrid1.Cols[0].Add('ITERASI');
Stringgrid1.Cols[1].Add('A');
Stringgrid1.Cols[2].Add('B');
Stringgrid1.Cols[3].Add('C');
Stringgrid1.Cols[4].Add('F(c)');
Stringgrid1.Cols[5].Add('Error');
m:=strtofloat(edit3.Text);
a:=strtofloat(edit1.Text);
b:=strtofloat(edit2.Text);
iterasi:=1;
fa:=0;
fb:=0;
err:=0;
fca:=0;
fc:=0;
repeat
c:=(a+b)/2;
fc:=((g*m)/c)*(1-exp(-((c/m)*t)))-v;
edit4.Text:=floattostr(c);
edit5.Text:=floattostr(fc);
err:=((fc-fca)/fc)*100;
Stringgrid1.RowCount:=Stringgrid1.RowCount+1;
Stringgrid1.Cols[0].Add(floattostr(iterasi));
Stringgrid1.Cols[1].Add(floattostr(a));
Stringgrid1.Cols[2].Add(formatfloat('#0.00',b));
Stringgrid1.Cols[3].Add(formatfloat('#0.00',c));
Stringgrid1.Cols[4].Add(formatfloat('#0.00',fc));
Stringgrid1.Cols[5].Add(formatfloat('#0.00',abs(err))+'%');
if fc>0 then
      b:=c
else
      a:=c;
iterasi:=iterasi+1;
fca:=fc;
until (abs(err)<=0.5) or (abs(err)<=0.1);
end;

procedure TForm3.FormShow(Sender: TObject);
begin
edit1.Text:='';
edit2.Text:='';
edit3.Text:='';
edit4.Text:='';
edit5.Text:='';
edit3.SetFocus;
Stringgrid1.RowCount:=1;
Stringgrid1.Cols[0].Add('ITERASI');
Stringgrid1.Cols[1].Add('A');
Stringgrid1.Cols[2].Add('B');
Stringgrid1.Cols[3].Add('C');
Stringgrid1.Cols[4].Add('F(c)');
Stringgrid1.Cols[5].Add('Error');
edit3.SetFocus;
end;

procedure TForm3.BitBtn2Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Text:='';
edit2.Text:='';
edit3.Text:='';
edit4.Text:='';
edit5.Text:='';
Stringgrid1.RowCount:=1;
Stringgrid1.Cols[0].Add('ITERASI');
Stringgrid1.Cols[1].Add('A');
Stringgrid1.Cols[2].Add('B');
Stringgrid1.Cols[3].Add('C');
Stringgrid1.Cols[4].Add('F(c)');
Stringgrid1.Cols[5].Add('Error');
edit3.SetFocus;
end;

procedure TForm3.BitBtn3Click(Sender: TObject);
begin
form3.Close;
end;
end.

Sekian dulu dari saya...semoga bermanfaat !

Tuesday, 24 November 2015

Praktikum pemrograman terstruktur II - Membuat koneksi MySql dengan ODBC

Praktikum ke-VI.pdf - 277 KB
Praktikum ke-VII dan VIII.pdf - 437 KB

HTML (Hyper Text Markup Language)

Definisi HTML
HTML (Hyper Text Markup Languange) adalah bahasa pengkodeaan untuk menghasilkan dokumen-dokumen hypertext untuk digunakan di World Wide Web. HTML terlihat seperti bahasa pengkodean lama, yang di awali dan diakhiri dengan kode-kode html dimana menunjukkan bagaimana keluarannya pada saat di jalankan pada sebuah web browser.

Program Editor HTML
Untuk membuat aplikasi web, dalam hal ini menggunakan HTML, maka kita membutuhkan suatu editor guna mengetikkan,mengedit atau menyimpan dokumen dokumen HTML. Editor untuk memdesain suatu web dibagi 2 yaitu yang bersifat text murni dan yang WYSIWYG (Graphic) Editor untuk text, anatara lain Notepad dan Ultra Edit. Sedang editor WYSIWYG adalah Netscape dan Front Page.

Struktur Dasar HTML
Seperti umumnya dokumen lain, dokumen HTML terdiri dari teks-teks dan bahkan lebih dari dari itu. Dokumen HTML juga dapat mengandung suatu gambar, suara, ataupun video. Satu hal yang membedakan dokumen HTML dengan dokumendokumen lainnya adalah adanya elemen-elemen HTML beserta tag-tagnya. Elemen dan tag HTML berfungsi untuk menformat atau menandai suatu bagian tertentu dari
dokumen HTML dan juga untuk menentukan struktur bagian tersebut dalam dokumen HTML. Elemen dan Tag inilah yang merupakan ciri utama dari suatu dokumen HTML. Secara garis besar, untuk menulisakn sebuah dokumen HTML dibutuhkan kerangka penulisan dengan tag-tag dasar sebagai berikut HTML, HEAD,TITLE dan BODY.
Sebagai contoh berikut ini adalah penulisan HTML minimal yang menggunakan tag tag dasar tersebut

<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Judul dokumen </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
data-data yang akan di tampilkan
</BODY>
</HTML>



Elemen dan Tag HTML
Dua komponen utama pembentuk dokumen HTML adalah Elemen dan Tag Dengan adanya dua komponen ini, maka kita dapat membuat dokumen HTML dengan baik

Elemen
Dalam dokumen HTML, elemen dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu elemen-elemen <HEAD> yang berikan informasi tentang dokumen tersebut, seperti judul dokumen astau hubungannya dengan dokumen lain. Elemen-elemen <BODY> yang menentukan bagaimana isi suatu dokumen ditampilkan oleh browser, seperti paragraf, list (daftra), tabel dan lain-lain. Di dalam elemen HTML terdiri dari tag-tag beserta teks yang ada dalam tag-tag tersebut.

Tag
Pada saat web browser menampilkan suatu web page, browser tersebut akan membaca teks-teks pada dokumen HTML, dan mencari kode khusus yang disebut tag. Tag diapit oleh tanda <>. Tag biasanya merupakan pasangan, yang disebut tag awal dan tag akhir. Tag awal dinyatakan dalam bentuk <nama tag> sedang tag akhir dinyatakan dalam bentuk </nama tag>. Format umum suatu tag berpasangan adalah :
<nama tag> Teks yang akan ditampilkan </nama tag>
Sebagai contoh untuk menampilkan teks dalam format miring digunakan elemen I (italic), seperti contoh di bawah ini:
<i> Teks ini akan tercetak miring bila dilihat di browser </i>
Penulisan program yang baik adalah secara terstruktur. Artinya antara tag pertama dan tag berikutnya tidak saling tumpang tindih.
Kemungkinan kesalahan yang terjadi adalah lupa memberi tag awal atau tag akhir sehingga web page yang dihasilkan akan terlihat lain dari yang diinginkan. Tidak semua tag mengikuti aturan seperti diatas, terdapat beberapa macam bentuk tag yang dikenal oleh HTML, di mana umumnya tag-tag dalam HTML muncul dalam bentuk seperti berikut :

<nama tag>teks</nama tag>
<nama tag>
<nama tag atribut1=argumen atribut2=argumen dst>
<nama tag antribut=argumen>teks</nama tag>


Sebagai contoh :
<Title> Home Page Irawan </Title>
<BR>
<HR Width=10 color=”red”>
<A Href=http://www.andiharmin.ga/>WebSite ANDI HARMIN </a>


Desain HTML
Untuk mempermudah pemahaman diberikan contoh dalam bentuk file HTML
<html>
<head>
<title>Modul Pengantar Ilmu Komputer</title>
</head>
<body>
<h1>Klasifikasi dan Kegunaan Komputer</h1>
Komputer berasal dari kata <i>to compute</i> yaitu menghitung.Jadi
pada awalnya komputer hanya digunakan sebagai alat hitung, namun
perbedaan yang mendasar dengan kalkulator adalah bahwa komputer
mempunyai perkembangan zaman, komputer digunakan manusia untuk
memproses pemecahan masalah.
<hr>
Untuk lebih jelas tentang kegunaan komputer, komputer dibagi dalam
beberapa klasifikasi, yaitu :
<h5>
<ol>
<li><a href="jenis_data.html">Berdasarkan Jenis Data Yang Diolah
</a> </li>
<li><a href="kemampuan.html">Berdasarkan Kemampuan Komputer </a>
</li>
<li><a href="ukuran_fisik.html>Berdasarkan Ukuran Fisik</a></li>
<li><a href="bidang_masalah.html> Berdasarkan Bidang Masalah </a>
</li>
</ol>

</h5>
</body>
</html>


Untuk menampilkan hasilnya, kita buka internet explorer dan buka file html tersebut.



Untuk lebih memahami tentang pemrograman web HTML...silahkan download disini

Code Source SKRIP HTML

tagheader.html - 419 B
tagFont.html - 637 B
tagParagrap.html - 461 B
tagList.html - 818 B
tagImage.html - 129 B
tagTable.html - 473 B