Iklan

Saturday, 15 November 2025

 

Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) dengan Java dan NetBeans IDE 8.1


A. Pendahuluan

Selamat datang di dunia Pemrograman Berorientasi Objek (PBO)!

PBO, atau Object-Oriented Programming (OOP), adalah paradigma pemrograman yang sangat dominan dan fundamental dalam pengembangan perangkat lunak modern. Berbeda dengan pemrograman prosedural yang berfokus pada langkah-langkah (fungsi atau prosedur), PBO berfokus pada objek—entitas yang memiliki data (atribut) dan perilaku (metode).

Untuk menguasai PBO, kita akan menggunakan Bahasa Pemrograman Java, yang secara inheren dirancang sebagai bahasa berorientasi objek murni, menjadikannya pilihan ideal untuk pembelajaran ini. Selain itu, kita akan memanfaatkan NetBeans IDE 8.1, sebuah Integrated Development Environment (IDE) yang kaya fitur, gratis, dan open-source, yang akan mempermudah kita dalam menulis, mengompilasi, debugging, dan menjalankan kode Java.


B. Maksud dan Tujuan

🎯 Maksud

Maksud dari materi ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar dan lanjutan dari Pemrograman Berorientasi Objek.

💡 Tujuan

Setelah menyelesaikan materi ini, Anda diharapkan mampu:

  1. Memahami Konsep Dasar PBO: Menjelaskan dan mengimplementasikan empat pilar utama PBO (Enkapsulasi, Inheritansi, Polimorfisme, dan Abstraksi).

  2. Menggunakan Bahasa Java: Menguasai sintaks dasar Java dan menerapkannya untuk membangun kelas dan objek.

  3. Memanfaatkan NetBeans IDE 8.1: Menggunakan fitur-fitur IDE, seperti editor kode, compiler, dan debugger, untuk meningkatkan efisiensi pengembangan.

  4. Membangun Aplikasi Sederhana: Merancang dan mengimplementasikan aplikasi berbasis objek yang maintainable dan reusable.


C. Pokok Materi

Pokok materi akan dibagi menjadi modul-modul yang saling berkesinambungan, dimulai dari persiapan lingkungan hingga konsep PBO yang paling kompleks.

1. Persiapan Lingkungan Pengembangan

  • Instalasi Java Development Kit (JDK) ==> DISINIdan NetBeans IDE 8.1. ==>DISINI

  • Pengenalan antarmuka NetBeans IDE (Project Explorer, Editor, Output Window).

  • Membuat proyek Java pertama ("Hello World"). DISINI

2. Dasar-Dasar Java

  • Tipe data, variabel, dan operator. DISINI

  • Struktur kontrol (pencabangan: if-else, switch ). DISINI dan DISINI

     Struktur kontrol (loop: for, while, do-while) DISINI dan DISINI

  • Pengantar metode (method) dan array. DISINI

3. Konsep Dasar Objek dan Kelas

  • Kelas (Class): Blueprint atau cetak biru dari sebuah objek.

    • Mendefinisikan Field (Atribut) dan Method (Perilaku). DISINI

  • Objek (Object): Instansi nyata dari sebuah kelas. DISINI

  • Konstruktor (Constructor): Metode khusus untuk menginisialisasi objek baru.

  • Kata kunci this.

4. Empat Pilar PBO

a. Enkapsulasi (Encapsulation)

  • Membungkus data dan metode menjadi satu unit (kelas).

  • Konsep Information Hiding menggunakan access modifier (public, private, protected).

  • Penggunaan metode setter dan getter (mutator dan accessor).

b. Inheritansi (Inheritance)

  • Konsep pewarisan sifat dari kelas induk (superclass) ke kelas anak (subclass) menggunakan kata kunci extends.

  • Menciptakan kode yang reusable.

  • Kata kunci super.

c. Polimorfisme (Polymorphism)

  • Kemampuan suatu objek untuk mengambil banyak bentuk.

  • Overloading: Metode dengan nama yang sama tetapi parameter berbeda dalam satu kelas.

  • Overriding: Mendefinisikan ulang metode superclass pada subclass.

d. Abstraksi (Abstraction)

  • Menyembunyikan detail implementasi yang rumit dan hanya menampilkan fungsionalitas penting kepada pengguna.

  • Penggunaan Kelas Abstrak (Abstract Class) dan Antarmuka (Interface).

5. Konsep Lanjutan PBO

  • Penanganan Kesalahan (Exception Handling) menggunakan blok try-catch-finally.

  • Konsep Koleksi (Collection Framework) seperti ArrayList dan HashMap.


D. Kesimpulan

Pemrograman Berorientasi Objek dengan Java adalah keterampilan penting yang akan membuka pintu menuju pengembangan perangkat lunak berskala besar dan profesional.

Java menyediakan fondasi yang kuat dengan fitur-fitur PBO yang lengkap, sementara NetBeans IDE 8.1 berfungsi sebagai toolkit andal Anda. Dengan menguasai konsep Enkapsulasi, Inheritansi, Polimorfisme, dan Abstraksi, Anda akan mampu merancang sistem yang lebih terstruktur, mudah dikelola, dan fleksibel. Ingatlah, PBO adalah cara berpikir—mulailah memvisualisasikan masalah sebagai interaksi antar objek!

Thursday, 9 October 2025

 

TEORI INFORMASI

Menguak Misteri Komunikasi 🧠📡


Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana pesan-pesan terkirim dengan akurat, mengapa beberapa data bisa lebih ringkas dari yang lain, atau bagaimana batasan fundamental dari komunikasi itu sendiri? Jawabannya tersembunyi dalam sebuah cabang matematika yang revolusioner: Teori Informasi.


1. Pendahuluan: Sebuah Revolusi dalam Komunikasi

Pada tahun 1948, seorang insinyur listrik brilian bernama Claude Shannon menerbitkan sebuah makalah berjudul "A Mathematical Theory of Communication." Karya ini bukan sekadar tulisan akademis; ia adalah cetak biru yang melahirkan era digital modern. Shannon secara efektif menciptakan bahasa universal untuk mengukur, menyimpan, dan mengirimkan informasi, melepaskannya dari medium fisik (apakah itu telepon, radio, atau internet) dan mengubahnya menjadi konsep matematis murni.

Teori Informasi memberikan kita kerangka kerja yang kuat untuk memahami dan mengatasi tantangan-tantangan fundamental dalam komunikasi, seperti:

  • Berapa banyak data yang benar-benar kita kirimkan?

  • Seberapa banyak data dapat kita kompres tanpa kehilangan makna?

  • Bagaimana kita dapat mengirimkan pesan secara andal meskipun ada noise (gangguan) dalam saluran?


2. Maksud dan Tujuan: Mengapa Anda Perlu Tahu?

Blog ini dirancang untuk memperkenalkan Anda pada konsep inti Teori Informasi, yang sangat relevan dalam dunia yang didominasi oleh data.

Maksud Utama

Tujuan utama dari pembahasan ini adalah memberikan pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip Teori Informasi, mengubah konsep abstrak menjadi wawasan praktis yang dapat Anda lihat dalam teknologi sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran Anda

Setelah membaca ini, Anda diharapkan dapat:

  • Memahami definisi matematis informasi dan unit dasarnya (bit).

  • Mengerti peran sentral Entropi Shannon sebagai pengukur ketidakpastian dan informasi.

  • Mengetahui perbedaan antara teknik kompresi data dan koreksi error (kesalahan).

  • Melihat bagaimana teori ini menjadi fondasi bagi semua teknologi komunikasi dan penyimpanan data modern.


3. Materi Inti Teori Informasi

Teori Informasi dibangun di atas beberapa pilar matematis yang elegan.

💡 Konsep Kunci 1: Informasi dan Bit

Informasi, dalam Teori Shannon, diukur berdasarkan tingkat kejutan (surprisal) dari suatu peristiwa. Peristiwa yang sangat jarang terjadi membawa lebih banyak informasi daripada peristiwa yang pasti terjadi.

Unit dasar informasi adalah bit (binary digit). Secara matematis, jumlah informasi dari suatu peristiwa dengan probabilitas dihitung sebagai:

  • Contoh: Melempar koin dan mendapatkan 'Kepala' memiliki . Informasi yang didapat adalah . Jika Anda mendapatkan pesan yang sangat jarang terjadi dengan probabilitas , pesan itu membawa informasi.

📊 Konsep Kunci 2: Entropi (Entropy) Shannon

Entropi () adalah konsep terpenting. Ini adalah ukuran rata-rata ketidakpastian atau rata-rata informasi yang terkandung dalam suatu sumber data (seperti sebuah teks, gambar, atau rangkaian sinyal).

Entropi memberi kita batas fundamental pada seberapa efisien data dapat dikompresi. Sumber dengan entropi tinggi (lebih banyak ketidakpastian) lebih sulit dikompres daripada sumber dengan entropi rendah (lebih banyak pola atau redundansi).

📏 Konsep Kunci 3: Teorema Pengkodean Sumber (Source Coding Theorem)

Teorema ini, sering disebut Teorema Pengkodean Tanpa Rugi (Lossless Coding Theorem), menyatakan bahwa rata-rata jumlah bit minimum yang diperlukan untuk mewakili data suatu sumber per simbol adalah sama dengan Entropi sumber tersebut.

  • Ini adalah prinsip di balik kompresi data seperti ZIP atau Huffman Coding. Mereka berusaha menghilangkan redundansi (pengulangan) data untuk mendekati batas entropi ini.

🚧 Konsep Kunci 4: Kapasitas Saluran (Channel Capacity)

Saluran komunikasi (misalnya, kabel serat optik, koneksi Wi-Fi) selalu mengalami noise (gangguan). Teorema Pengkodean Saluran Bising (Noisy Channel Coding Theorem), atau Teorema Shannon-Hartley, memberi kita batas atas dari laju transmisi data yang andal () melalui saluran bising:

Di mana:

  • : Kapasitas Saluran (dalam bit per detik).

  • : Bandwidth (lebar pita).

  • : Rasio Daya Sinyal terhadap Daya Noise (Signal-to-Noise Ratio).

Teorema ini mengatakan bahwa dimungkinkan untuk mengirimkan data dengan laju mendekati dengan probabilitas error sekecil mungkin, meskipun ada noise. Ini dicapai melalui teknik Koreksi Kesalahan Maju (Forward Error Correction/FEC), yang menambahkan redundansi yang diperhitungkan secara cerdas untuk memulihkan data yang rusak oleh noise—ini adalah dasar dari teknologi seperti kode Reed-Solomon yang digunakan pada CD/DVD atau komunikasi satelit.


🚀 Kesimpulan Singkat

Teori Informasi adalah kerangka matematika yang mendasari era digital, dari kompresi file (seperti JPEG, MP3) hingga keandalan jaringan seluler. Ini bukan hanya tentang teknologi; ini adalah pandangan mendalam tentang sifat fundamental dari pengetahuan dan komunikasi.

Memahami Teori Informasi berarti memahami batasan dan potensi dari cara kita bertukar data. Ini adalah inti dari bagaimana kita mengelola data besar, membangun AI yang lebih baik, dan terus mendorong batas-batas komunikasi di seluruh dunia!

Monday, 17 March 2025

 Pemrograman WEB menggunakan

PHP dan MySQL

create by : Andi Harmin, S.Kom., M.T. 

 
 


  • Pengertian:
    • PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa skrip sisi server yang dirancang khusus untuk pengembangan web.
    • PHP tertanam dalam HTML, yang berarti Anda dapat menyisipkan kode PHP dalam halaman HTML.
    • PHP digunakan untuk membuat halaman web dinamis, yang berarti konten halaman dapat berubah berdasarkan interaksi pengguna atau data dari database.
  • Fungsi Utama:
    • Menangani formulir dan data pengguna.
    • Menghasilkan konten halaman web dinamis.
    • Berinteraksi dengan database (seperti MySQL).
    • Mengelola sesi dan cookie.
  • Sintaksis Dasar:
    • Mengenal variabel, tipe data, operator, dan struktur kontrol (seperti if, else, loop).
    • Memahami cara menulis fungsi dan menggunakan fungsi bawaan PHP.

Dasar-dasar MySQL:

  • Pengertian:
    • MySQL adalah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) yang populer.
    • MySQL digunakan untuk menyimpan dan mengelola data yang digunakan oleh aplikasi web.
    • Data disimpan dalam tabel, yang terdiri dari baris dan kolom.
  • Fungsi Utama:
    • Menyimpan data aplikasi web.
    • Mengambil data dari database untuk ditampilkan di halaman web.
    • Memanipulasi data (menambah, mengubah, menghapus).
  • Konsep Penting:
    • Database, tabel, baris, kolom.
    • SQL (Structured Query Language) untuk berinteraksi dengan database.
    • Jenis data (seperti integer, string, date).
    • Relasi antar tabel.

Kombinasi PHP dan MySQL:

  • Koneksi Database:
    • PHP digunakan untuk terhubung ke database MySQL.
    • Anda perlu mengetahui cara membuat koneksi, memilih database, dan menutup koneksi.
  • Query SQL:
    • PHP digunakan untuk mengirim query SQL ke database.
    • Anda perlu memahami cara menulis query SELECT, INSERT, UPDATE, dan DELETE.
  • Pengolahan Data:
    • PHP digunakan untuk mengolah data yang diambil dari database.
    • Anda perlu mengetahui cara menampilkan data dalam format HTML.
  • Keamanan:
    • Penting untuk memahami praktik keamanan untuk mencegah serangan SQL injection dan kerentanan lainnya.
    • selalu gunakan prepared statement, dan hindari menulis query SQL secara langsung dari input user.

Hal tambahan yang perlu diketahui:

  • Framework PHP:
    • Framework seperti Laravel, CodeIgniter, dan Symfony dapat mempercepat pengembangan web dengan menyediakan struktur dan komponen siap pakai.
  • Tools:
    • XAMPP atau LAMP untuk membuat lingkungan pengembangan lokal.
    • phpMyAdmin untuk mengelola database MySQL.
    • Editor kode seperti Visual Studio Code, Sublime Text, atau PHPStorm.
  • Keamanan Web:
    • Memahami tentang keamanan web secara umum adalah hal yang sangat penting.
    • Pelajari tentang cara mencegah serangan umum seperti XSS dan CSRF.

Tuesday, 22 October 2024

Tuesday, 23 April 2024

 Algoritma dan Pemrograman Terstruktur berbasis Object Oritented Programming

Created : andi harmin, 4/24/2024, 11.00 

 

Tentang C++ dan Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)

C++ adalah bahasa pemrograman yang kuat dan fleksibel yang banyak digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk pengembangan perangkat lunak, game, dan sistem tertanam. Bahasa ini terkenal dengan performanya yang tinggi dan kontrol tingkat rendah yang ditawarkannya kepada programmer.

Salah satu fitur utama C++ adalah dukungannya untuk Pemrograman Berorientasi Objek (OOP). OOP adalah paradigma pemrograman yang memungkinkan programmer untuk memodelkan program mereka menggunakan objek, yang merupakan entitas mandiri yang memiliki data (atribut) dan perilaku (metode). OOP menawarkan sejumlah manfaat, termasuk:

  • Modularitas: OOP memungkinkan programmer untuk memecah program mereka menjadi modul yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola, yang membuatnya lebih mudah untuk dikembangkan dan dipelihara.
  • Kegunaan kembali: Objek dapat digunakan kembali dalam program yang berbeda, yang menghemat waktu dan tenaga pengembang.
  • Pemeliharaan: OOP membuat program lebih mudah dipelihara karena perubahan pada satu objek tidak berdampak pada objek lain.
  • Keabsahan: OOP membantu memastikan program lebih andal dan bebas bug dengan memungkinkan programmer untuk mengisolasi kesalahan ke objek tertentu.

C++ menyediakan sejumlah fitur untuk mendukung OOP, termasuk kelas, objek, enkapsulasi, pewarisan, dan polimorfisme. Kelas adalah cetak biru untuk objek, yang berarti mereka mendefinisikan atribut dan metode yang dimiliki objek. Objek adalah instance dari kelas, dan mereka menyimpan data dan menjalankan metode yang ditentukan oleh kelas. Enkapsulasi memungkinkan programmer untuk menyembunyikan data internal objek dari kode eksternal, yang membantu memastikan data aman dan terlindungi. Pewarisan memungkinkan kelas baru untuk mewarisi atribut dan metode dari kelas yang ada, yang mempromosikan kode yang dapat digunakan kembali. Polimorfisme memungkinkan objek untuk merespons pesan yang sama dengan cara yang berbeda, yang membuatnya lebih fleksibel dan mudah digunakan.

Secara keseluruhan, C++ dan OOP adalah kombinasi yang kuat yang memungkinkan programmer untuk membuat program yang efisien, mudah dipelihara, dan dapat digunakan kembali.

 Materi                                                                                                        Download

BAB I        STRING                                                                                    Download
BAB II       FILE                                                                                          Download

BAB III     POINTER                                                                                  Download   
BAB II       STRUCTURE                                                                           Download   
BAB III      UNION, BIT-FIELD, ENUM, Dan TYPEDEF                       Download
BAB IV     Konsep kelas dan objek                                                             Download
BAB V       Construction dan destruction                                                    Download
BAB VI      Inheritance - karakteristik OOP                                                Download
BAB VII    Polymorphisme - karakteristik OOP                                         Download          
BAB VIII   Encapsulation - karakteristik OOP                                            Download
BAB IX     Operator Overloading                                                                Download
BAB X       Proyek Pemrograman OOP - SORT and SEARCH                 Download
 


 

Friday, 1 December 2023

Google bard AI

Google Bard : Aplikasi AI Generatif yang Serbaguna


Sabtu, 2 Desember 2023

  • Google Bard: Meningkatkan Produktivitas, Kreativitas, dan Pengetahuan Anda
  • Google Bard: Cara Menggunakan AI Generatif untuk Membantu Anda dalam Kehidupan Sehari-hari
  • Google Bard: Solusi untuk Segala Kebutuhan Anda
  • Google Bard: Masa Depan Teknologi AI

 

Google Bard adalah alat obrolan AI generatif yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk:

  • Mengembangkan ide: Bard dapat membantu Anda menghasilkan ide baru dengan menghasilkan teks, menerjemahkan bahasa, menulis berbagai jenis konten kreatif, dan menjawab pertanyaan Anda dengan cara yang informatif.
  • Meningkatkan kreativitas: Bard dapat membantu Anda menjadi lebih kreatif dengan memberikan Anda perspektif dan ide baru.
  • Meningkatkan produktivitas: Bard dapat membantu Anda menjadi lebih produktif dengan mengotomatiskan tugas dan membantu Anda menemukan informasi dengan cepat.

Berikut adalah beberapa contoh spesifik tentang bagaimana Google Bard dapat digunakan:

  • Menulis puisi: Bard dapat membantu Anda menulis puisi dengan memberikan kata-kata yang berima dan saran untuk citra.
  • Menerjemahkan dokumen: Bard dapat menerjemahkan dokumen dari satu bahasa ke bahasa lain.
  • Membuat rencana pemasaran: Bard dapat membantu Anda membuat rencana pemasaran dengan menghasilkan ide untuk konten, audiens target, dan saluran pemasaran.
  • Menulis posting blog: Bard dapat membantu Anda menulis posting blog dengan menghasilkan ide untuk topik, membuat garis besar posting Anda, dan menulis konten Anda.
  • Menjawab pertanyaan: Bard dapat menjawab pertanyaan Anda dengan cara yang informatif, bahkan jika pertanyaan tersebut terbuka, menantang, atau aneh.

Untuk menggunakan Google Bard, Anda cukup mengetikkan permintaan Anda ke kotak obrolan dan Bard akan menghasilkan respons. Anda juga dapat menggunakan Bard untuk menghasilkan teks, menerjemahkan bahasa, menulis berbagai jenis konten kreatif, dan menjawab pertanyaan Anda dengan cara yang informatif.

Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan Google Bard secara efektif:

  • Jadilah spesifik: Semakin spesifik Anda dengan permintaan Anda, semakin baik Bard akan dapat memahami apa yang Anda minta.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan ringkas: Hindari menggunakan jargon teknis atau bahasa gaul yang mungkin tidak dikenal Bard.
  • Koreksi tanggapan Anda: Bard masih dalam pengembangan, jadi penting untuk mengoreksi tanggapan Anda sebelum menggunakannya.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang Google Bard, jangan ragu untuk bertanya.

Penjelasan lebih rinci:

Google Bard adalah model bahasa besar, juga dikenal sebagai kecerdasan buatan percakapan atau chatbot yang dilatih untuk menjadi informatif dan komprehensif. Ini dilatih pada kumpulan data besar teks dan kode, dan dapat berkomunikasi dan menghasilkan teks seperti manusia dalam menanggapi berbagai macam petunjuk dan pertanyaan. Misalnya, Bard dapat memberikan ringkasan topik faktual atau membuat cerita.

Untuk menggunakan Google Bard, Anda dapat mengaksesnya melalui situs web Google Bard atau aplikasi seluler Google Bard. Setelah Anda masuk, Anda dapat mulai berkomunikasi dengan Bard dengan mengetikkan pertanyaan atau permintaan Anda ke kotak obrolan. Bard akan kemudian mencoba memahami permintaan Anda dan menghasilkan respons.

Google Bard masih dalam pengembangan, tetapi telah belajar untuk melakukan berbagai jenis tugas, termasuk:

  • Menjawab pertanyaan Anda dengan cara yang informatif, bahkan jika pertanyaan tersebut terbuka, menantang, atau aneh. Misalnya, Anda dapat bertanya kepada Bard tentang sejarah, sains, atau berita terkini.
  • Menghasilkan format teks kreatif yang berbeda, seperti puisi, kode, skrip, karya musik, email, surat, dll. Misalnya, Anda dapat meminta Bard untuk menulis puisi cinta atau menulis kode untuk aplikasi baru.
  • Menerjemahkan bahasa. Misalnya, Anda dapat meminta Bard untuk menerjemahkan dokumen dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Google Bard adalah alat yang kuat yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Dengan mempelajari cara menggunakan Bard secara efektif, Anda dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan pengetahuan Anda.

 

Berikut adalah langkah-langkah penggunaan Google Bard:

  1. Buka situs web Google Bard di alamat bard.google.com.
  2. Masuk dengan akun Google Anda.
  3. Setelah itu Anda akan melihat tampilan Bard dengan kolom pertanyaan atau perintah di bagian bawah.
  4. Berikan pertanyaan atau perintah dalam kolom tersebut dalam bahasa Indonesia.
  5. Tunggu beberapa saat, Bard akan meresponnya dalam bahasa Indonesia.

Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan atau perintah yang dapat Anda berikan kepada Google Bard:

  • Pertanyaan: Apa ibu kota Indonesia?
  • Perintah: Buatkan cerita tentang seorang anak yang menemukan harta karun.
  • Pertanyaan: Terjemahkan "I love you" ke dalam bahasa Prancis.
  • Perintah: Tuliskan puisi tentang cinta.
  • Pertanyaan: Buatkan kode untuk membuat program sederhana.

Google Bard masih dalam pengembangan, tetapi telah belajar untuk melakukan berbagai jenis tugas, termasuk:

  • Menjawab pertanyaan dengan cara yang informatif, bahkan jika pertanyaannya terbuka, menantang, atau aneh.
  • Menghasilkan format teks kreatif yang berbeda, seperti puisi, kode, skrip, karya musik, email, surat, dll.
  • Menerjemahkan bahasa.

Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan Google Bard:

  • Gunakan bahasa yang jelas dan ringkas.
  • Berikan konteks yang cukup untuk pertanyaan atau perintah Anda.
  • Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru.